Terimakasih sudah berkunjung. Blog ini berisi segala sesuatu yang berhubungan dengan saya. Tentang hal-hal apapun yang saya suka, hal yang membuat saya berkarya, hal yang menginspirasi saya, hal yang membuat saya tertawa, yang mungkin juga bisa membuat anda merasakan hal yang sama.

@cogase @cogase
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Mei 2009

Day Dreaming

Apakah kalian pernah bermimpi tentang sesuatu, kemudian berfikir tentang mimpi itu dan bertanya dalam hati "Apa artinya?"
Banyak orang mengatakan mimpi adalah ekspresi akan kejadian masa depan. Mimpi juga bisa bertindak sebagai bunga tidur, hanya khayalan yang diinginkan, maupun yang tidak. Sering kali mimpi tak hanya menjadi sekerdar mimpi, namun menjadi acuan akan kejadian yang akan datang. Orang tua-ku sering sekali mendapatkan mimpi, yang setelah ia telusuri, ternyata memang betul. Yang pada intinya, jika kalian bermimpi tentang hewan, baik itu berada dekatmu, maupun dikatakan milikmu, berarti itu adalah manusia dalam kehidupan nyata. Jika bermimpi tentang orang, itu bisa berarti akan ada sesuatu pada orang yang dikenal. Jika ular yang ada dalam mimpimu, itu berarti lawan jenismu yang berkaitan, dan jika itu anak hewan seperti anak kambing, anak kucing, dll, itu bisa berarti anakmu atau saudaramu yang masih kecil. Itu menurut orang tua-ku.....Sebagai anak yang baik aku hanya bisa mendengarkannya, dan mengingatnya, siapa tau hal itu memang benar-benar terbukti. Selain itu jika kita mendapatkan mimpi yang indah-indah, ada kemungkinan kita akan mendapatkan hal yang buruk, begitu pula sebaliknya. Sekali lagi itu hanya mimpi, sugesti tiap orang berbeda. Terlalu mempercayainya juga tidak baik, akan tetapi hanya sekedar mengingatnya bukan masalah besar.
Nah...baru-baru ini sepertinya aku diserang mimpi-mimpi aneh, tapi sepertinya diulang-ulang. Aku bermimpi tentang diriku yang menikah. Me-ni-kah, right. Anehnya mimpi itu berulang kemarin malam. Dan kedua-duanya aku menikah dengan sahabatku sendiri. Kasus yang pertama, sebenarnya dia akan menikah dengan orang lain, tapi karena suatu hal, pernikahan itu batal, dan dia mengajakku untuk menikah. Aku tak menolak sama sekali, dan langsung menyetujui perminyaanya. Kami menikah dan masih memakai baju pengantin khas jawa. Setelah itu kami langsung bergandengan tangan dan berjalan-jalan untuk pulang, tapi kami malah berjalan-jalan di kuburan, yang dalam kehidupan nyata kuburan itu terletak jauh dari rumah kami. Aku pernah melewati kuburan itu sekali seumur hidup dan anehnya kenapa harus kuburan itu? lalu aku terbangun...
Kasus kedua tiba-tiba aku sudah menikah dengan teman SMA-ku, yang notabene belum pernah sekalipun aku memiliki rasa kepadanya. Berbeda dengan yang pertama :P. Aku pergi kemanapun aku mau tanpa memikirkan kalau aku sudah beristri(dalam mimpi). Dan ujung-ujungnya aku sudah berada di kuburan yang sama dengan mimpi yang pertama, dan aku terbangun lagi....
Orang tua-ku, yang sebelumnya sudah kuceritakan mimpi ini, menyampaikan bahwa kami tidak memiliki leluhur di daerah itu. Tidak ada dalam silsilah keluarga kami memiliki saudara di daerah itu. Menurut pendapat teman-temanku, mimpi seperti itu artinya buruk. Bahkan ada yang tidak segan-segan mengatakan bahwa itu pertanda kematian. Deg. Yes, Death !! dan kalaupun itu memang benar, biarlah itu menjadi takdir yang memang harus aku jalani. Tapi ada juga seorang teman yang mengatakan itu hanya bunga tidur, tapi sebelum itu aku di beri pertanyaan apakan dalam mimpi itu sampai ada Resepsi atau iring-iringan, aku jawab tidak. Oh, di dalam mimpi setiap orang itu berbeda-beda cara pandangnya. Bisa suatu ketika kita menjadi pelaku utama, bisa juga kita menjadi semacam penonton. Bahkan mimpi ada yang berwarna, atau hitam-putih. Suasana seperti sore hari atau malam. Aku pribadi, setiap bermimpi, settingan hitam-putih serta suasana sore hari selalu hadir. Belum pernah sekalipun aku bermimpi berwarna. Bagaimana dengan mimpi kalian?

Minggu, 09 November 2008

"Perhatianmu ? Ugh.. KONYOL !!"

Dan...
apa arti sebuah gambar ini jika tanpa ada kenyataannya. Kerinduan yang nyata tergambarkan di dalam diri kita masing-masing. Namun tetap sulit untuk saling mengungkapkannya. Keegoisan kami masing-masing, yang tentunya semakin membuat kesulitan yang timbul, walaupun sudah sulit sebenarnya.

Balasan darinya:
"Perhatiannmu? ugh.. KONYOL !!"
Cukup membuat tak nyamannya hatiku selama beberapa hari. Tapi kemabali lagi ke awal. Kalau sampai ada kata terucap tentang itu, pasti ada sebab. Dan ku koreksi lagi diriku. Melihat kembali jauh kebelakang. Menapaki kekurangan yang ada. Dan marah sendiri pada akhirnya.

Kelemahanku lah yang membuat segalanya menjadi tidak bagus pada akhirnya. Kesombongan ku lah yang selama ini aku pertahankan. Membuat tak nyamanya segala macam tindak tandukku. Apakah salah, atau bodohkah diriku yang tak selalu memperhatikan hal-hal disekitarku. Tak baik sebenarnya terlalu larut dalam ketidakpastian, sementara kaum seberang kita tak membutuhkan itu, tak sabar lebih tepatnya. Kebisuan sering terjadi di sela-sela pertemuan. Entah, tak ada kata-kata yang bisa terucap. Semua seperti terkunci dalam folder tersembunyi. Terserang virus sehingga sulit tuk dibuka lagi. Lalu muncul kembali setelah berpisah.

Inilah pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan ku lontarkan padanya:
  1. Sampai kapan kita begini?
  2. Kapan kau bisa melupakanya?
  3. Sejauh apa arti diriku dimatamu?
  4. dan maafkan aku...
Kembali teringat kejadian siang tadi. Sengajakah kau melakukan itu di depanku? atau sudahkah cukup bagimu ini? maafkan aku yang telah mencoba mencintaimu. kalau begitu


Kamis, 06 November 2008

Status, Penting atau Tidak?

Orang bilang, status tidaklah terlalu penting dalam suatu hubungan, aku sempat mengiyakan argumen tersebut. Tapi tidak lagi, ketika aku mengalaminya sendiri. Bayangakan jika sedang dilanda cinta dan orang yang kita cintai tidak memberikan status yang lazim, yang normal menurut arti katanya. Padahal orang tersebut jelas" juga membalas cinta yang kita berikan. Dalam artian, dua orang saling mencintai namun tak ada status akan hubungan tersebut. Istilahnya "Hubungan Yang Menggantung". Kalau dikatakan teman, mengapa masih ada koneksi sentuhan cinta melalui tangan, kaki, dan wajah? mengapa masih ada pelukan pelukan hangat disela sela pertemuan singkat namun indah?
Kalau dikatakan pacar, ada unsur antara ke-iya-an dan ke-ragu"-an di dalam dirinya. Antara ingin mengatakan "iya" namun kemudian masih bimbang mengingat hal-hal yang lalu. Kucoba berulang kali tuk menanyakan status ini pada orang tersebut, kulakukan hal-hal yang aku yakin bisa mendorongnya mngetakan "iya" dengan lantang. Namun mungkin masing masing dari kami memiliki alasan kuat tersendiri mengapa status itu penting atau tidak. Dia mungkin bisa memberikan alasan yang logis mengenai hal ini, tentang perhelatan antara keyakinan kami, hal-hal buruk yang menimpanya dulu, dan hal-hal lainnya. Tapi toh aku juga masih "in" padanya. Walaupun dia sudah membuat luka, dengan ber****** dengan orang lain. Memang cinta tak lebih dari alasan logis untuk mengatakan yang benar dan tidak untuk seharusnya. Dan akhirnyapun, dia mengiyakannya...